OPENING CEREMONY HARI SANTRI NASIONAL

Malang – Kegiatan Opening Ceremony Hari Santri & Bulbas berlangsung meriah. Antusiasme siswa-siswi MAN 1 Malang terlihat dari semangatnya dalam menyumbangkan kreativitas. Baik dalam menampilkan teater laskar santri, seni tari, ataupun launching Bulbas. Semua elemen menjiwai peran masing-masing, sehingga tercipta kombinasi seni yang

Dalam Opening Ceremony yang digelar pada tanggal 9 Oktober 2019. Siswa-siswi tidak sungkan-sungkan dalam menunjukkan identitasnya sebagai santri. Dipimpin Bapak Dr. Muhajir, S.Pd, M.Ag  KASUBBAG TU Kementerian Agama Kabupaten Malang beserta Bapak Camat Gondanglegi dan Bapak Kepala Desa Putat Lor, dengan semaraknya pembukaan hari santri semakin luar biasa. Saat suara (jumlah siswa-siswi man) bersatu menyanyikan lagu Yalal Wathon bersama-sama.

“ Tentu Hari Santri Nasional ini sangat memicu tanggung jawab besar agar memperkokoh Akidah Islamiyah, Hubbul Waton Minal Iman, persatuan dan kesatuan negara kita tercinta ini ” Ujarnya Bapak KASUBAG

“Opening Ceremony ini sangat berkesan bagi saya. Karena semangat santri MAN 1 Malang yang hebat  dengan menuju Madrasah hebat bermatabat, karena itu mariliah kita berjuang layaknya KH. Hasyim Asy’ari yang telah berjuang di era Revolusi Jihad” Ujar Bapak Dr. Khairul Anam, M.Ag Kepala Madrasah MAN 1 Malang

Performa kelompok pemusik muslim sufi asal ibukota itu memang tidak diragukan lagi.  Meskipun pemainnya berasal dari berbagai negara seperti Amerika Serikat, Swedia, Inggris, dan Indonesia sendiri. Dengan talenta dan aksi panggung yang sempurna, grub Debu mampu mengajak seluruh siswa-siswi MAN 1 Malang untuk larut dalam lantunan lagu-lagu sufistik yang lahir dari kalbu yang dimabuk cinta dan kerinduan pada Allah SWT.

Melalui kegiatan ini,  dengan semangat yang sama seperti hari ini pula. Diharapkan siswa-siswi MAN 1 Malang mampu menjadi memimpin bangsa dan membawa perdamaian bagi dunia di masa depan. Seperti yang dituturkan pembicara ketiga “Santri adalah kekuatan utama dalam membangun bangsa.”