Demi Hadirkan Pendidikan Bermutu, MAN 1 Malang Gelar Pelatihan Pengelolaan Pembelajaran di Masa Pandemi

mandagi.sch.id – Pada Senin (15/6) MAN 1 Malang memfasilitasi para guru dan tenaga pendidik untuk meningkatkan kapasitasnya dalam melakukan pembelajaran di tengah pandemi Covid-19. Pelatihan bertajuk Pengelolaan Pembelajaran di Masa Pandemi ini dihadiri oleh sekitar 170 peserta baik dari satuan guru dan tenaga kependidikan  (tendik) MAN 1 Malang maupun dari Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MAN 1 Malang. Workshop ini dilaksanakan secara virtual melalui aplikasi Zoom yang dijadwalkan oleh tim kurikulum MAN 1 Malang.

Dalam rangka memenuhi hak siswa agar memperoleh pendidikan yang bermutu selama pandemi masih berlangsung, MAN 1 Malang melaksanakan pembinaan dan pelatihan pengelolaan pembelajaran bagi guru dan tenaga pendidik (tendik). Pengadaan pelatihan ini bertujuan agar guru dan tendik mampu melakukan modifikasi pembelajaran yang kreatif dan inovatif, sehingga terciptalah suasana pembelajaran yang bermutu dan menyenangkan. Pelatihan yang berlangsung selama kurang lebih dua jam tersebut difasilitasi oleh Dr. H. Ahmad Hidayatullah, M.Pd, selaku Kepala Subdit Kurikulum dan Evaluasi pada Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan Madrasah, Ditjen Pendidikan Islam (Pendis) Kementerian Agama RI.

Dalam pembukaannya, beliau menjelaskan tentang pentingnya bagi guru dan tendik untuk memahami tentang hakikat pendidikan. Selama ini formalitas baik berupa admnistrasi maupun peraturan-peraturan lainnya telah mendominasi di sektor pendidikan di Indonesia. Sehingga hal ini mengurangi kesakralan dari marwah pendidikan itu sendiri. Pada masa pandemi covid-19, melalui Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 184, Kementerian Agama telah memberikan wewenang seluas-luasnya bagi madrasah untuk menentukan sendiri, teknis pembelajaran mana yang sesuai untuk dilaksanakan di madrasah masing-masing. Wewenang tersebut berupa perencanaan, pelaksanaan serta evaluasi terhadap pembelajaran yang dilaksanakan.

“Pembuatan perencanaan serta perangkat-perangkat pembelajaran itu penting, tetapi perubahan itu tidak didominasi oleh perangkat-perangkat formal tersebut melainkan sebuah pendidikan yang inspiratif sehingga guru harus mampu menghadirkan pendidikan yang inspiratif di masa pandemi ini.” Ujar Bapak Ahmad.

Pemaparan materi tentang pengelolaan pembelajaran ini berlangsung selama kurang lebih 2 jam. Setelah itu dilanjutkan dengan diskusi dan Tanya jawab dari peserta kepada pemateri. Adanya pelatihan dan diskusi ini semakin memperkaya pengetahuan para pelaku sektor pendidikan untuk mengelola pembelajaran di masa darurat pandemic covid-19 ini.



1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *