Guru MAN 1 Malang Raih Juara 2 Nasional Guru Motivator Literasi 2026

Kab. Malang (MAN 1 Malang) — Prestasi membanggakan kembali diraih oleh tenaga pendidik dari MAN 1 Malang. Ibu Ifa Afida, S.Pd., M.Pd., berhasil meraih Juara 2 Nasional Guru Motivator Literasi (GML) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Forum Indonesia Menulis.

Berdasarkan surat pengumuman resmi Nomor 042/FIM-GML/IV/2026, ajang ini menjadi wadah apresiasi bagi para pendidik yang berkontribusi aktif dalam pengembangan literasi di Indonesia. Prestasi yang diraih Ibu Ifa menjadi bukti nyata dedikasi dan konsistensinya dalam membangun budaya menulis di lingkungan pendidikan.

Dalam ajang tersebut, Ibu Ifa turut menampilkan karya berjudul “Travel Blogger Tak Sekadar Hobi, Tetapi Profesi”. Tulisan ini mengangkat fenomena berkembangnya profesi travel blogger di era modern, sekaligus memberikan wawasan tentang peluang, tantangan, serta pentingnya personal branding dan kreativitas dalam dunia literasi digital. Gaya penulisan yang komunikatif dan relevan dengan kehidupan generasi muda menjadi salah satu kekuatan karya tersebut.

Sebagai guru Bahasa Indonesia, Ibu Ifa Afida dikenal tidak hanya produktif dalam menulis, tetapi juga konsisten menggerakkan literasi di madrasah. Ia aktif mengajak guru dan siswa untuk menulis, membimbing proses kreatif, serta menumbuhkan keberanian dalam menuangkan gagasan melalui karya tulis.

Sejumlah karya beliau telah mendapatkan apresiasi luas, di antaranya Setetes Embun dalam Goresan PenaJejak Sang PujanggaCakrawala Nusantara dalam Goresan PenaAntologi Forum Pengajar Bahasa Indonesia, hingga Kisah Inspiratif Guru dan Olle Ollang Pangeran. Selain itu, karya Potret Inspiratif Guru berhasil meraih penghargaan esai nasional, serta Senandung Merdeka Sang Pendidik Bangsa menjadi pemenang cipta puisi nasional tahun 2023.

Konsistensi dalam berkarya dan kontribusi nyata dalam membangun budaya literasi menjadikan Ibu Ifa sebagai sosok inspiratif, tidak hanya bagi siswa, tetapi juga bagi rekan sejawat. Melalui perannya, literasi tidak sekadar menjadi program, melainkan gerakan yang hidup di lingkungan madrasah.

Pihak madrasah menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut dan berharap prestasi ini dapat memotivasi seluruh civitas akademika untuk terus mengembangkan budaya literasi, serta melahirkan generasi yang kritis, kreatif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global. (vira)